Alamat dan Kontak kerisracing.com

Alamat dan Kontak kerisracing.com:
Jl. Ringroad Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dari Alfamart timur UMY keselatan 300 meter). D/A Kost 81.
Whatsapp +628995141844

Selasa, 10 Juni 2014

KERIS NAGA JANGKUNG SILUMAN "PRIMITIF" (TERMAHAR)


Dapur / Bentuk : Naga Siluman ber Luk 3
Pamor / Lambang / Filosofi : Keleng
Tangguh / Estimasi Pembuatan / Era : Kerajaan Madiun
Yoni / Tuah / Khasiat : Pamor Keleng dengan bentuk Naga Siluman berkhasiat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya. Memudahkan mencari rejeki, cukup berwibawa, disayang orang sekelilingnya, memudahkan meraih jabatan, melancarkan segala macam usaha, membangkitkan mata batin pemilik (membuka indera ke enam). Pamor ini tidak pemilih dan bisa dimiliki siapapun.

Keterangan : Pusaka Pangeran Diponegoro (Keris dengan Dapur / Bentuk Naga Siluman).

          Pangeran Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, Raja Mataram di Yogyakarta. Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang Garwa Ampeyan (Selir) bernama R.A. Mangkarawati, istri non permaisuri dari Pacitan. Pangeran Diponegoro kecil bernama Raden Mas Ontowiryo. Diponegoro mempunyai 3 orang istri yaitu Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, dan Raden Ayu Ratnaningrum. Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga dia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada tinggal di Keraton.

           Karena rasa cinta dan hormatnya terhadap adat dan leluhur Jawa, Diponegoro selalu menjunjung tinggi kesakralan dan kearifan budaya leluhurnya. Maka, ketika Belanda mencoba menggusur tanah makam leluhurnya untuk pembangunan jalan, Diponegoro sangat tersinggung dan marah besar. Berawal dari situlah, Diponegoro bertekad mengangkat senjata untuk memerangi Belanda.

           Diponegoro dikenal sebagai seorang pemimpin yang gagah berani dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Dengan kharismanya dia berhasil menghimpun kekuatan rakyat pribumi Jawa khususnya untuk melawan Belanda. Dibawah komando sang Pangeran asal Yogyakarta ini rakyat pribumi bersatu dalam semangat "sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati " (sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati). Perang terbesar dalam sejarah perjuangan rakyat Indonesia ini berlangsung selama kurun waktu 5 tahun (1825-1830) yang diakhiri dengan penangkapan dan pengasingan Diponegoro. Pangeran muslim nan saleh itu wafat pada 8 Januari 1855 dan dimakamkan di Makassar. Sejauh ini belum ada biografi utuh tentang kehidupan dan perjuangan sang Pangeran yang menggunakan sumber Jawa dan Belanda.

          Pangeran Diponegoro bisa dijadikan sebagai wahana refleksi bagi pemimpin saat ini demi mewujudkan Indonesia lebih baik. Semoga!







SMS / WA : 08995141844
CoD Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar