Alamat dan Kontak kerisracing.com

Alamat dan Kontak kerisracing.com:
Jl. Ringroad Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dari Alfamart timur UMY keselatan 300 meter). D/A Kost 81.
Whatsapp +628995141844

Selasa, 10 Juni 2014

PEDANG SABET MATARAM (TERMAHAR)


Dapur / Bentuk : Pedang Sabet
Pamor / Lambang / Filosofi : Pedaringan Kebak
Tangguh / Estimasi Pembuatan / Era : Kerajaan Mataram

Yoni / Tuah / Khasiat : Pamor pedaringan kebak mempunyai makna filosofi yaitu ketentraman rumah tangga, karier, memudahkan datangnya rezeki, dan juga sebagai penolak bencana. Pamor ini tidak pemilih, artinya siapa saja cocok memilik pusaka dengan pamor ini.

Keterangan : Pedang ini dibuat pada sekitar tahun 1700an. Pembuatan pedang pada zaman itu diperuntukan untuk penjagaan dari serangan musuh dan sebagai alat kelengkapan. Pembuatan pedang sabet ini bukan hanya diperuntukkan untuk peperangan saja tetapi ada tuah atau khasiat sendiri yang memang sengaja dibuat oleh seorang empu. Karena memang tidak hanya dengan menempa saja tetapi juga dengan dibarengi dengan doa2 dari sang empu. Dan untuk pedang ini pamor yang dihasilkan adalah pamor pedaringan kebak, yaitu hampir di setiap bilahnya terdapat pamor atau dengan kata lain full pamor.








Hub./Sms : 08995141844
CoD Yogyakarta

KERIS NAGA JANGKUNG SILUMAN "PRIMITIF" (TERMAHAR)


Dapur / Bentuk : Naga Siluman ber Luk 3
Pamor / Lambang / Filosofi : Keleng
Tangguh / Estimasi Pembuatan / Era : Kerajaan Madiun
Yoni / Tuah / Khasiat : Pamor Keleng dengan bentuk Naga Siluman berkhasiat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya. Memudahkan mencari rejeki, cukup berwibawa, disayang orang sekelilingnya, memudahkan meraih jabatan, melancarkan segala macam usaha, membangkitkan mata batin pemilik (membuka indera ke enam). Pamor ini tidak pemilih dan bisa dimiliki siapapun.

Keterangan : Pusaka Pangeran Diponegoro (Keris dengan Dapur / Bentuk Naga Siluman).

          Pangeran Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, Raja Mataram di Yogyakarta. Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang Garwa Ampeyan (Selir) bernama R.A. Mangkarawati, istri non permaisuri dari Pacitan. Pangeran Diponegoro kecil bernama Raden Mas Ontowiryo. Diponegoro mempunyai 3 orang istri yaitu Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, dan Raden Ayu Ratnaningrum. Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga dia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada tinggal di Keraton.

           Karena rasa cinta dan hormatnya terhadap adat dan leluhur Jawa, Diponegoro selalu menjunjung tinggi kesakralan dan kearifan budaya leluhurnya. Maka, ketika Belanda mencoba menggusur tanah makam leluhurnya untuk pembangunan jalan, Diponegoro sangat tersinggung dan marah besar. Berawal dari situlah, Diponegoro bertekad mengangkat senjata untuk memerangi Belanda.

           Diponegoro dikenal sebagai seorang pemimpin yang gagah berani dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Dengan kharismanya dia berhasil menghimpun kekuatan rakyat pribumi Jawa khususnya untuk melawan Belanda. Dibawah komando sang Pangeran asal Yogyakarta ini rakyat pribumi bersatu dalam semangat "sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati " (sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati). Perang terbesar dalam sejarah perjuangan rakyat Indonesia ini berlangsung selama kurun waktu 5 tahun (1825-1830) yang diakhiri dengan penangkapan dan pengasingan Diponegoro. Pangeran muslim nan saleh itu wafat pada 8 Januari 1855 dan dimakamkan di Makassar. Sejauh ini belum ada biografi utuh tentang kehidupan dan perjuangan sang Pangeran yang menggunakan sumber Jawa dan Belanda.

          Pangeran Diponegoro bisa dijadikan sebagai wahana refleksi bagi pemimpin saat ini demi mewujudkan Indonesia lebih baik. Semoga!







SMS / WA : 08995141844
CoD Yogyakarta

KERIS SENGKELAT KARTOSURO (TERMAHAR)


Dapur / Bentuk : Sengkelat dengan Luk 13
Pamor / Lambang : Pedaringan Kebak
Tangguh / Estimasi Pembuatan / Era : Mataram Kartosuro
Yoni / Tuah / Khasiat : Menaikkan derajat, kewibawaan, rejeki, cocok buat pemimpin.

Keterangan :
         Keris Sengkelat, menurut catatan sejarah pertama kali dibuat oleh Mpu Supo Madrangi di Era Pemerintahan Prabu Brawijaya V di Negeri Majapahit. Alkisah Keris ini awalnya adalah pesanan Kanjeng Sunan Ampel kepada Ki Supo yang pada waktu itu sedang nyantri di Ampel Dento. 

          Konon bahannya berasal dari Cis / Tombak milik Kanjeng Nabi Muhamad SAW. Oleh Kanjeng Sunan Ampel maka Cis tersebut diberikan Ki Supo untuk dibikinkan pisau. Tetapi melihat bahan yang dianggap sangat bagus maka Mpu Supo merasa sayang kalau hanya dibuat sebilah pisau yang hanya untuk memotong ayam. Maka dibabarlah bahan baku dari Cis / Tombak tersebut menjadi sebilah Keris ber Luk 13 yang sangat indah.








SMS / WA : 08995141844
CoD Yogyakarta

PEDANG SUDUK MATARAM

Dapur / Bentuk : Pedang Suduk
Pamor / Lambang / Filosofi : Wengkon Isi
Handle / Gagang : Berbahan Kayu
Warangka : Berbahan Kayu dan Kulit
Era Pembuatan / Tangguh / Estimasi : Mataram

Yoni / Tuah / Khasiat : Menjadikan pemilik pandai mengatur ekonomi / keuangan. Serta pemilik, kuat menghadapi masalah dan perkara juga mudah menuntaskannya. Selain itu pandai mengikat harta dan tidak boros.













Price / Mahar : Rp.1.300.000,-
SMS / WA : 08995141844
CoD Yogyakarta