Alamat dan Kontak kerisracing.com

Alamat dan Kontak kerisracing.com:
Jl. Ringroad Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dari Alfamart timur UMY keselatan 300 meter). D/A Kost 81.
Whatsapp +628995141844

Minggu, 18 Mei 2014

KERIS JALAK DINDING (TERMAHAR)


Dapur / Bentuk : Jalak Dinding
Pamor : Keleng
Warangka : Berbahan Kayu Sulastri
Keterangan : Jalak Dinding disebut juga Jalak Dingin ,adalah suatu bentuk keris yg bilahnya lurus. Keris ini memakai gusen, pejetan dan tingil. Selain itu tidak ada racikan lainnya. Sepintas keris ini mirip sekali dengan keris berdapur Tilam Sari. Bedanya hanya terletak pada gusen yang ada disepanjang sisi bilah. Keris pusaka Keraton Kesultanan Yogyakarta yaitu Kanjeng Kyai Ageng Jaka Piturun, menurut catatan pihak Keraton juga ber dapur Jalak Dinding .











Mahar : Rp 2.500.000,-
SMS / WA : 08995141844

Sabtu, 17 Mei 2014

PEDANG LAMENG (TERMAHAR)


Dapur Bentuk : Pedang
Pamor / Lambang : Dwi Pamor, Tejo kinurung dan Batu Lapak
Warangka : Bentuk asli
Handle : Bentuk asli berbahan tanduk kerbau
Tangguh / Estimasi Pembuatan / Era : Mataram

Yoni / Tuah / Khasiat : Yoni / Tuah / Khasiat :
       PAMOR TEJO KINURUNG, memberikan kenyamanan bagi yang memimpin dan dipimpin, Membangkitkan wibawa agar banyak orang segan, meningkatkan jabatan dan kelanggengannya, melancarkan segala bidang karir. 
          PAMOR BATU LAPAK, agar terselamatkan dari bahaya









Price / Mahar : Rp 2.000.000,-
SMS / WA : 08995141844

KERIS SENGKELAT (TERMAHAR)


Dapur / Bentuk : Luk 13
Tangguh : Mataram Sultan Agung
Pamor : Beras Wutah
Warangka : Berbahan Kayu Cendana Putih

Yoni / Tuah / Khasiat : Sangat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, memudahkan mencari rejeki, cukup berwibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih. Karena Keris ini Kyai Sengkelat ia mempunyai energi dan khasiat yang lebih terutama perihal kesuksesan karir dan jabatan.

Keterangan : 
         Ketika Kerajaan Majapahit mulai surut, hiduplah seorang empu keris yang sakti mandraguna. Dia bernama Jaka Supa putra dari Bupati Empu yang bernama Ki Supadriya. Jaka Supa adalah seorang pemuda yang sederhana, namun sangat menyukai tapa brata istilah jawanya adalah “Gentur lelaku prihatin”. Kelak atas perjuangan tapa bratanya, beliau akan menurunkan pusaka pusaka yang hebat dan juga menurunkan empu-empu pembuat keris yang luar biasa di tanah jawa. 

         Konon pada suatu ketika, wilayah kerajaan Majapahit dilanda “pagebluk” yang sangat nggegirisi, hingga banyak para kawula (rakyat jelata) yang pagi sakit sore meninggal dan sore sakit paginya meninggal.Tidak hanya para rakyat jelata, banyak juga beberapa bangsawan, pandita dan sebagainya terserang penyakit yang sangat misterius ini. Hingga akhirnya kekawatiran Sang Prabu atas nasib penghuni Kraton oleh sebab ganasnya pageblug tersebut terjadi juga, Dyah Ayu Sekar Kedaton jatuh sakit.Sudah beberapa tabib pinunjul dari penjuru negeri dihadirkan untuk membatu kepulihan sang putri, namun toh hasilnya selalu nihil. Bahkan kalau malam menjelang, penyakit sang putri kian menjadi jadi. 

            Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, sang prabu menugaskan segenap abdi dalem untuk bergiliran menjaga sang putri, khususnya di malam hari. Hingga suatu malam, sampailah giliran jaga itu jatuh pada Tumenggung Supandriya dan Tumenggung Supagati. Akan tetapi, karena mereka berdua ternyata sakit, maka tugas itu diwakilkan kepada anak anak mereka. Jaka Supa putra dari Tumennggung Supandriya dan Majigjo adalah putra dari Tumenggung Supagati.

            Sore itu langit agak mendung, disebelah barat semburat sinar matahari tampak kemerahan menyaput mega. Hingga dari jauh terlihat menakutkan laksana banjir darah siap menerkam majapahit. Mereka (Jaka Supa dan Majigja ) berangkat bersama sama menuju Kraton, ditengah perjalanan tak henti hentinya Majigja menceritakan kerisnya yang indah berlapis emas hasil buatanya sendiri. Keris itu diberinya nama sabuk Inten, sebuah keris yang indah, anggun, berpamor eksotis dan menyimpan enegi gaib yang luar biasa, bahkan sembari bercanda, kadang Majigja setengah meledek keris buatan Jaka Supa yang diberi nama Kyai Sengkelat itu. Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding. 

              Sesampai di keputren, mereka berdua langsung mengambil tempat jaga masing masing. Jaka Supa di sebelah kanan regol, sedangkan Majigja disebelah kiri.Beberapa saat waktu berlalu ,tidak terjadi apa-apa. Namun menjelang tengah malam, tiba tiba angin berdesir agak kencang menebar aura mistis yang menggetarkan hati para prajurit yang ikut menjaga kediaman sang putri, angin itu makin melembut dan melembut, hingga akhirnya banyak prajurit yang kemudian bergelimpangan tak mampu menahan hawa kantuk yang luar biasa. Tiba-tiba dari arah Gedong pusaka muncul sinar merah kehitaman yang sangat terang benderang, sinar itu naik memanjat langit setinggi lima pohon kelapa dewasa. Sinar tersebut berpendar pendar ke segala penjuru, menebarkan hawa teluh atau wabah penyakit yang mengakibatkan pageblug tersebut. 
 
              Jaka Supa dan Majigja tak bergeming, ternyata hanya mereka berdua yang masih tersisa dari serangan hawa kantuk tersebut, mereka meningkatkan kewaspadaan. Setelah mereka cermati ternyata sinar yang menebar teluh tersebut adalah Keris Kyai Condong Campur. Sabuk Inten yang sedari tadi sudah okrak-okrok pengen keluar dari warangkanya tiba tiba melesat naik ke angkasa, pertempuran condong campur dan sabuk inten tak terelakan lagi, namun sabuk inten memang jauh dibawah condong campur, baru sekitar sepuluh menit sabuk inten dapat dikalahkan dan balik ke warangkanya. Bahkan lambung Sabuk Inten “grimpil” dibagian depan, akibat hantaman Condong Campur. 

            Jaka Supa tanggap sasmita, Sengkelat segera dicabut dari warangkanya setelah mendapat restu, keris pusaka tersebut membumbung tinggi ke angkasa, pertempuran terjadi sangat sengit sekali, desak mendesak dan serang menyerang. Setelah hampir subuh condong campur mulai kewalahan hingga akhirnya Sengkelat berhasil mematahkan ujung condong campur satu luk, akhirnya condong campurpun ngibrit ketakutan dan masuk kembali ke gedong pusaka. Sejak saat itu condong campur tak pernah keluar lagi menebar pageblug, semenjak saat itu pula Dyah Ayu sekar kedaton berangsur angsur sembuh.

              Atas jasa-jasanya Jaka Supa akhirnya diangkat menjadi Empu Kerajaan kesayangan sang Prabu. Kelak dari tangannya akan lahir pusaka pusaka hebat yang sampai saat ini dikejar kejar oleh para pecinta keris, dan dari beliau juga akan lahir empu empu hebat penerusnya, keturunan terakhir beliau menurut cerita adalah Empu Djeno Harum Braja dari Ngayogyokarto Hadiningrat. 

              Berhubungan dengan cerita di atas, Simbah selalu berpesan : "Le..…. tirunen Si Sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu “bathok bolu isi madu” peribahasanya. Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya. Sengkelat menjadi ikon bagi para kawula alit yang berilmu tinggi. Konon, kelak dinusantara ini akan muncul sosok pemuda yang sederhana, tapi ketinggian ilmu lahir batinnya luar biasa, dia berasal dari keluarga biasa, yang lebih aneh lagi pemuda tersebut mempunyai pusaka Kanjeng Kyai Sengkelat sebagai tanda bahwa ia adalah pengemban amanat leluhur. Pemuda tersebut akan berjuang membangun Nusantara menjadi negeri yang aman, adil dan makmur. 

WALLAHUALAM...












HARGA : Rp 8.500.000,-
SMS / WA : 08995141844

KERIS MEGANTORO MATARAM


Dapur / Bentuk : Megantoro Luk 7
Pamor / Lambang / Filosofi : Banyu Mili
Era Pembuatan / Tangguh / Estimasi : Mataram Nom2an (Mataram Muda)

Yoni / Tuah / Khasiat : Masyarakat Jawa mengenal falsafah numerologi yaitu angka 7 dalam bahasa Jawa disebut PITU, yang kemudian dalam khasanah otak-atik gatok, sarwo dosok, dikenal pitu sebagai kependekan daripada kata "pitulungan" yang berarti pertolongan bermaksud empu mengharapkan agar si pemilik keris selalu mendapatkan pertolongan daripada Yang Maha Kuasa dari sesama dan selalu selamat sentosa. Demikian Pamor Banyu Mili berkhasiat memperlancar rejeki seperi air mengalir.

Keterangan : Megantoro merupakan salah satu nama dhapur yang cukup terkenal dari sekian banyak dhapur dalam dunia perkerisan. Bentuk keris ini cukup unik karena keris ini dikategorikan sebagai keris berluk yaitu luk 7. Keunikan keris ini adalah luk hanya ada di bagian bawah dan luk yang ke 7 terlihat lurus sehingga terkesan keris ini terdiri dari dua bagian yaitu berluk dan lurus. Dalam khasanah bahasa Jawa Megantoro berasal dari dua kata yaitu Mego (Mega) yang berarti awan / angkasa raya dan Antoro bermakna luas tidak terbatas. Nilai falsafah dari Megantoro adalah agar si pemilik keris Megantoro dapat memiliki hati yang lapang selapang / seluas angkasa raya.








Price / Mahar : Silahkan kontak langsung
SMS / WA : 08995141844
CoD Yogyakarta

KERIS BETOK (TERMAHAR)

Tangguh : Padjadjaran
Pamor : Mrambut
Warangka : Kayu Sulastri

Yoni / Tuah / Khasiat : Keris Betok ini adalah keris yang mempunyai fungsi sebagai keris tindih karena dapat menghilangkan sifat negatif dari keris. Selain itu banyak orang berpendapat bahwa qhodam keris tersebut dapat melindungi pemiliknya dari serangan ghaib ... Wallahualam..









Harga / Mahar : Rp. 2.500.000,-
Hub : 08995141844
Pin BB : 2215d089